Penyebab Radang Sendi

Penyebab Radang Sendi

Radang sendi atau disebut juga sebagai artritis merupakan suatu kondisi terjadinya peradangan (inflamasi) dalam satu atau beberapa sendi. Gejala yang dirasakan penderita biasanya berupa nyeri, bengkak, kemerahan, atau sensasi hangat pada sendi. Radang sendi juga dapat menyebabkan sendi menjadi kaku dan sulit untuk digerakkan.

Risiko terkena radang sendi biasanya meningkat seiring pertambahan usia. Selain itu, obesitas, jenis kelamin, dan riwayat kesehatan keluarga juga dapat turut berpengaruh. Terlebih lagi jika ada riwayat cedera pada sendi, maka rasa sakit di sekitar sendi tersebut dapat kambuh di kemudian hari.

Ketika peradangan terjadi, bahan kimia dari tubuh dilepaskan ke dalam darah atau jaringan yang terkena. Rilis bahan kimia ini meningkatkan aliran darah ke daerah cedera atau infeksi dan dapat menyebabkan kemerahan dan kehangatan. Beberapa bahan kimia menyebabkan kebocoran cairan ke dalam jaringan, sehingga terjadi pembengkakan. Proses ini dapat merangsang saraf dan menyebabkan nyeri.

Tidak ada penyebab tunggal dari semua jenis arthritis. Penyebab radang sendi bervariasi sesuai dengan jenis atau bentuk radang sendi.

Kemungkinan penyebab radang sendi termasuk:

  • Cedera, menyebabkan artritis degeneratif
  • Metabolisme abnormal, menyebabkan goutdan pseudogout
  • Keturunan, seperti pada osteoartritis
  • Infeksi, seperti pada arthritis penyakit Lyme
  • Disfungsi sistem kekebalan tubuh, seperti RA dan SLE

Sebagian besar jenis arthritis terkait dengan kombinasi faktor, tetapi beberapa tidak memiliki penyebab radang sendi yang jelas dan tampaknya tidak dapat diprediksi dalam kemunculannya.

Beberapa orang mungkin secara genetis lebih mungkin mengembangkan kondisi artritis tertentu. Faktor tambahan, seperti cedera sebelumnya, infeksi, merokok dan pekerjaan yang menuntut fisik, dapat berinteraksi dengan gen untuk lebih meningkatkan risiko radang sendi.

Untuk menghindari dan mengatasi radang sendi kita dapat mengkonsumsi obat-obatan baik itu herbal ataupun kimia. Pada sebagian orang ada kecemasan untuk mengkonsumsi obat dari bahan kima dan memilih beralih mengkonsumsi obat herbal. Kami punya solusi untuk anda yang lebih memilih mengkonsumsi obat herbal. Prince Gold solusinya. Prince Gold merupakan obat herbal yang terbuat dari bahan alami dengan mikroba atau bakteri siklus. Prince Gold diformulasikan untuk mengobati berbagai macam penyakit berat seperti Stroke , Kanker, Radang Sendi, Asam Urat, Lupus, dan Kolestrol.

Prince gold diciptakan untuk MENYEIMBANGKAN BAKTERI BAIK & BAKTERI JAHAT UNTUK MENGEMBALIKAN FUNGSI SEL yang merupakan perpaduan bahan Alami dengan Mikroba atau Bakteri Siklus, yaitu: Minyak Ikan, Pegagan, Madu, Gula Aren, Habbatussauda, dan Bakteri Siklus.

Jika Artikel Ini Bermanfaat, Silakan Share :
Herbal Asam Urat yang bisa Anda buat sendiri

Herbal Asam Urat yang bisa Anda buat sendiri

Asam urat merupakan penyakit akibat dari konsumsi zat purin secara berlebihan seperti hati, ampela, paru, usus, kepiting, kerang, udang, cumi dan daging merah. Purin adalah senyawa dalam DNA yang dapat dimetabolisasi menjadi asam urat.

Asam urat menumpuk di persendian dan menyebabkan peradangan dan rasa sakit. Beberapa solusi alami dapat membantu. Namun, jika rasa sakit terus berlanjut, hubungi dokter sebelum mencoba salah satu solusi di bawah ini.

Gejala asam urat umumnya nyeri sendi dan bengkak. Pusat nyeri di sendi kaki ditandai dengan warna merah.

Berikut obat asam urat alami seperti dilansir healthline.

1. Ceri

Buah Ceri asam, manis, merah, hitam, dalam bentuk ekstrak, sebagai jus, atau mentah – adalah obat asam urat alami yang sangat populer dan berpotensi berhasil.

2. Jahe

Jahe dapat membantu mengobati asam urat. Konsumsi jahe dengan air mendidih dan sediakan 2 sendok teh jahe selama 10 menit. Nikmati 3 gelas per hari.

Jahe juga dapat ditempelkan ke bagian tubuh yang sakit. Kompres atau tempel jahe dengan air hangat dan rendam waslap. Saat dingin, oleskan waslap ke bagian tubuh yang mengalami rasa sakit. Tempelkan setidaknya sekali sehari selama 15 hingga 30 menit. Jika terjadi iritasi kulit lakukan tes terlebih dahulu.

3. Cuka Apel, Jus Lemon, dan Kunyit

Air hangat dengan cuka sari apel, jus lemon, dan kunyit sering direkomendasikan untuk mengatasi asam urat. Campurkan jus lemon dengan 2 sendok teh kunyit, dan 1 sendok teh cuka sari apel. Minum dua hingga tiga kali sehari.

4. Seledri 

Seledri merupakan makanan yang secara tradisional digunakan untuk mengobati masalah kemih. Untuk asam urat, jus dan biji seledri telah menjadi obat asam urat alami populer.

5. Teh Jelatang

Tumbuhan jelatang merupakan obat alami untuk asam urat yang dapat mengurangi peradangan dan rasa sakit. Tumbuhan ini dapat menyebabkan gatal jika tersentuh kulit dan ditemukan di sebuah kecamatan di kabupaten Bengkulu Selatan.

Untuk mencoba teh ini, buat secangkir dengan air mendidih. Rebus 1 hingga 2 sendok teh jelatang kering per cangkir air. Minumlah hingga 3 gelas per hari.

6. Garam Epsom

Beberapa orang merekomendasikan mandi garam Eepsom untuk mengatasi asam urat. Untuk mencoba garam Epsom, campur 1 hingga 2 cangkir dalam bak mandi. Rendam seluruh tubuh atau hanya sendi tertentu.

Namun jika Anda ingin praktis Anda bisa mengkonsumsi Prince Gold.

Jika Artikel Ini Bermanfaat, Silakan Share :